Guru Idaman

Ada beberapa tipe guru yang kita perlukan saat ini di dalam ruang kelas .

Membuat Video Mengajar Ala Sagusavi

Workshop berlangsung mulai tanggal 20 s.d. 25 Juli 2020 Kelas Sagusavi XIV 2020 dalam group Telegram dan SIM GP IGI.

Mendidik dengan Keteladanan dan Cinta

Mendidik anak tak hanya membesarkannya saja, tapi lebih dari itu semua, menjaga fithrahnya sebagai anak, menanamkan aqidah dan tauhid sejak dini.

Guru Abad 21

Abad 21 telah hadir di tengah kita, Hiruk-pikuk gempuran nilai, norma dan budaya non islami kian gencar menggempur generasi penerus Islam saat ini, apa yang kita tanamkan begitu mudah tergerus oleh pergeseran waktu dan pertukaran zaman.

Yudisium PPG PAI Daljab IAIN Purwokerto 2019

“IAIN Purwokerto menggelar kegiatan Yudisium, Pengambilan Sumpah, Pengukuhan Guru Profesional Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam Jabatan (Daljab) Tahun 2019

PENDIDIKAN AGAMA DI ERA DIGITAL

“Tantangan dan Peluang dalam Membentuk Karakter Generasi Muda di Era Digital semakin kompleks

Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Mei 2026

PENDIDIKAN AGAMA DI ERA DIGITAL

 


Tantangan dan Peluang dalam Membentuk Karakter Generasi Muda

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam dunia pendidikan. Kehadiran internet, media sosial, dan berbagai aplikasi pembelajaran memberikan kemudahan akses informasi yang sangat luas. Di satu sisi, kemajuan ini menjadi peluang besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Namun di sisi lain, era digital juga menghadirkan tantangan serius, terutama dalam pendidikan agama dan pembentukan karakter generasi muda.

Pendidikan agama memiliki peran penting dalam membentuk akhlak, moral, dan kepribadian peserta didik. Melalui pendidikan agama, siswa tidak hanya diajarkan tentang pengetahuan keagamaan, tetapi juga diarahkan untuk memiliki sikap jujur, disiplin, toleran, dan bertanggung jawab. Nilai-nilai tersebut sangat dibutuhkan di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat dan terbuka.

Di era digital saat ini, anak-anak dan remaja sangat dekat dengan gawai dan media sosial. Mereka dapat mengakses berbagai informasi hanya dalam hitungan detik. Sayangnya, tidak semua informasi yang tersedia memberikan dampak positif. Banyak konten yang mengandung kekerasan, ujaran kebencian, perilaku konsumtif, bahkan penyimpangan moral yang dapat memengaruhi pola pikir dan perilaku peserta didik. Jika tidak diimbangi dengan pendidikan agama yang kuat, generasi muda akan mudah terpengaruh oleh budaya negatif yang berkembang di dunia digital.

Oleh karena itu, pendidikan agama harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Guru agama tidak lagi cukup hanya mengandalkan metode ceramah di kelas, tetapi juga perlu memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran yang menarik dan relevan. Misalnya dengan menggunakan video pembelajaran, kuis interaktif, presentasi digital, atau platform pembelajaran daring. Dengan pendekatan yang kreatif, siswa akan lebih tertarik dan mudah memahami materi keagamaan.

Selain itu, pendidikan agama di era digital juga perlu menanamkan kemampuan literasi digital kepada peserta didik. Siswa harus diajarkan bagaimana menggunakan media sosial secara bijak, menyaring informasi yang benar, menjaga etika dalam berkomunikasi, serta memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang bermanfaat. Pendidikan agama dapat menjadi pondasi agar peserta didik memiliki kontrol diri dan kesadaran moral dalam menggunakan teknologi.

Peran orang tua juga sangat penting dalam mendukung pendidikan agama di era digital. Pengawasan terhadap penggunaan gadget, pembiasaan ibadah di rumah, dan pemberian teladan yang baik menjadi faktor utama dalam membentuk karakter anak. Kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat sangat diperlukan agar pendidikan agama dapat berjalan secara optimal.

Pada akhirnya, era digital tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman bagi pendidikan agama, melainkan sebagai peluang untuk memperluas dakwah dan pembelajaran nilai-nilai moral kepada generasi muda. Dengan pendidikan agama yang kuat, adaptif, dan relevan dengan perkembangan teknologi, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan mampu menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.

Sabtu, 04 Juli 2020

Yudisium PPG PAI Daljab IAIN Purwokerto Tahun 2019



IAIN Purwokerto menggelar kegiatan Yudisium, Pengambilan Sumpah, Pengukuhan Guru Profesional Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam Jabatan (Daljab) Tahun 2019, dan Seminar Pembekalan Guru Profesional, di Auditorium Utama IAIN Purwokerto, Selasa (31/12).

Kegiatan yang diselenggarakan sejak pukul 09.00-11.00 WIB tersebut merupakan acara puncak dari rangkaian pelaksanaan PPG yang dihelat oleh Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan (LPTK) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), IAIN Purwokerto.

Acara tersebut dihadiri oleh Rektor IAIN Purwokerto, Dr H Mohammad Roqib, MAg, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan, Dr Fauzi MAg, Dekan FTIK, Dr Suwito MAg, dan sejumlah pejabat terkait.

Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan ucapan selamat pada seluruh peserta yang dinyatakan lulus. Dia meminta peserta dapat mempertanggungjawabkan sumpah yang telah diikrarkan sebagai guru professional lulusan PPG tersebut.

Dalam kegiatan tersebut, pembacaan keputusan pengukuhan peserta PPG dilakukan oleh Wakil Dekan 1 FTIK, Dr Suparjo MA. Dalam putusannya, dinyatakan sejumlah 109 mahasiswa, lulus program PPG Daljab Tahun 2019.

Usai dibacakan keputusan, pengambilan sumpah dilaksanakan oleh Rektor IAIN Purwokerto Dr H M Roqib MAg. Kemudian dilanjutkan penandatanganan berita acara pengukuhan. Rangkaian acara berlanjut pada sesi penyerahan SK oleh Dekan FTIK, Dr Suwito MAg pada masing-masing peserta dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama.

Salah satu peserta yang menjadi perwakilan peserta PPG, Imam Masykur menyampaikan kesan dan pesannya selama menempuh program belajar selama kurang lebih 1 tahun lamanya bersama IAIN Purwokerto.

Dalam kesempatan tersebut, Masykur menyampaikan ucapan selamat pada seluruh peserta yang berhasil lulus, serta ucapan terima kasih pada panitia penyelenggara yang diketuai oleh Sony Susandra MAg.

“Tidak lupa, kami semua berterima kasih yang sebesar-besarnya pada para dosen yang sudah dengan baik dan sabar membimbing kami selama menempuh program PPG ini. Kami akan selalu ingat pesan Bapak dan Ibu, bahwa guru yang professional adalah guru yang selalu belajar,” tuturnya. (K17-37)

Jumat, 03 Juli 2020

Workshop Online Sagusavi XIV Tahun 2020


MEMBUAT VIDEO MENGAJAR ALA SAGUSAVI
Struktur program Sagusavi dalam pelatihan ini yaitu:
  1. Merumuskan ide cerita;
  2. Merumuskan sinopsis cerita;
  3. Membuat Storyboard;
  4. Teknik Pengambilan gambar/shooting;
  5. Teknik Editing Audio dan Video.
Workshop Online Sagusavi: Satu Guru Satu Video Pembelajaran, Pendaftaran dimulai dengan di publikasikan informasi kegiatan ini sampai 19 Juli 2020. Workshop berlangsung mulai tanggal 20 s.d. 25 Juli 2020 Kelas Sagusavi XIV 2020 dalam group Telegram dan SIM GP IGI.
Yang berbeda dari Pelatihan Sagusavi kali ini adalah, selain membuat video mengajar, peserta juga akan mendapat bonus pelatihan membuat video pendek untuk persiapan Lomba Pembuatan Video bulan Agustus Mendatang yang diselenggarakan oleh SAGUSAVI bekerjasama dengan PIGIJO [www.pigijo.com]
KONTRIBUSI: ANGGOTA Rp.50.000,-, UMUM Rp.150.000,-
 
TRANSFER KE REKENING SAGUSAVI: 
BANK BNI NOMOR 0969219556 
DENGAN KODE 2 ANGKA PALING BELAKANG 14
 
 
Klik>>> DOWNLOAD SURAT UNDANGAN [On Progres]

Tugas yang harus dikirim meliputi: 
1) Satu (1) file berisi: SInopsis Cerita; Skenario Cerita; dan Storyboard; 
2) Tiga Foto saat proses pembuatan video dan
3) Link Video yang sudah diChannel YouTube pribadi dan di tautkan di  Playlist Karya PesertaSagusavi pada Channel YouTube Kanal Sagusavi

Senin, 15 Juni 2020

VIDEO TUTORIAL MEMBUAT MENU YANG DIHUBUNGKAN KE BANYAK ARTIKEL

Berikut ini adalah Video Panduan Cara Membuat Menu yang dihubungkan ke banyak artikel dalam satu label/ kategori, Silahkan simak dan pahami, semoga bermanfaat


TUTORIAL MENYEMATKAN FILE GOOGLE DRIVE DI BLOG


Berikut cara sederhana Menyematkan dan Menampilkan File Google Drive di blog. Contoh file yang akan kita tampilkan adalah file RPP atau silabus dimana file ini berbeda dengan kita menampilkan contoh soal online dari google form yang sudah secara otomatis url sematannya diawali <iframe... sementara file-file lainnya hanya link download saja tersedia.

Cara Menyematkan dan Menampilkan File Google Drive di blog

Minggu, 14 Juni 2020

20 TIPS AGAR SISWA TIDAK BOSAN PADA PELAJARAN

Tips ini diambil dari berbagai sumber, mengingat belakangan ini banyak yang mengeluhkan murid-murid yang kadang tidur di kelas, tidak mendengarkan bahkan kurang menaruh hormat kepada guru. Bagaimana cara mengatasi siswa yang bandel seperti itu. .

Tips 1. Pancing ketertarikan siswa dengan cerita singkat
Siapa yang tidak suka mendengar cerita? Siswa anda pasti suka. Itu adalah human nature. Sudah dari sononya. Nah, apabila anda mengajar, selipkan cerita singkat yang berhubungan dengan pembelajaran anda. Cerita yang diberikan tentu bukan asal cerita, melainkan cerita yang ada kaitannya dengan pembelajaran anda. 

9 JURUS JITU MENGATASI KEJENUHAN MENGAJAR

Kejenuhan adalah hal yang pasti pernah dialami oleh setiap orang. Kejenuhan biasanya terjadi karena aktivitas sama yang dilakukan secara berulang-ulang. Tidak terkecuali seorang guru. Setiap hari menghadapi anak didik dan rekan kerja yang sama. Aktivitas mengajar pun rutin dilakukan oleh guru setiap harinya. Rasa jenuh juga bisa tercipta karena ada keinginan-keinginan yang tidak tercapai atau tidak bisa dipenuhi.

MENDIDIK DENGAN KETELADAN DAN CINTA

“Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu, berilah kelapangan di dalam majelis-majelis, maka lapangkanlah. Niscaya Allah Swt. akan memberi kelapangan untukmu. Apabila dikatakan, berdirilah kamu, maka berdirilah. Niscaya Allah Swt. akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Swt. Mahateliti apa yang kamu kerjakan.” (Surah al-Mujadalah/58: 11)

TANTANGAN GURU DI ERA REVOLUSI 4.0

Dalam rangka mewujudkan cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa serta sejalan dengan visi dan misi pendidikan nasional, Kemendiknas mempunyai visi 2025 untuk menghasilkan Insan Indonesia Cerdas dan Kompetitif. Untuk itulah diterapkan Kurikulum 2013 yang menghasilkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif melalui penguatan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi. Dalam pembelajaran pun harus mengintegrasikan empat hal pokok, yakni penguatan Pendidikan Karakter (PPK), keterampilan literasi, kompetensi pembelajaran abad XXI yakni 4C (Communication, Collaboration, Critical Thinking and Problem Solving, dan Creativity and Innovation), dan HOTS (Higher Order Thinking Skill).

GURU ABAD 21

Abad ke-21 adalah abad yang sangat berbeda dengan abad-abad sebelumnya. Perkembangan ilmu pengetahuan yang luar biasa disegala bidang.pada abad ini, terutama bidang Information and Communication Technology (ICT) yang serba sophisticated membuat dunia ini semakin sempit.Karena kecanggihan teknologi ICT ini beragam informasi dari berbagai sudut dunia mampu diakses dengan instant dan cepat oleh siapapun dan dari manapun. Komunikasi antar personal dapat dilakukan dengan mudah, murah kapan saja dan di mana saja.

TIPE GURU IDAMAN



Menurut George Couros, penulis buku The Innovator’s Mindset, ada beberapa tipe guru yang kita perlukan saat ini di dalam ruang kelas jika ingin berhasil menghadapi tantangan-tantangan global dan membuat anak-anak semakin maju. Berikut sembilan tipe guru yang dibutuhkan Indonesia supaya anak-anak bangsa semakin maju .

1. Tipe guru yang mudah beradaptasiPerubahan adalah hal yang pasti terjadi. Oleh karena itu, guru juga punya kewajiban untuk selalu mengevaluasi posisi dan metode yang diadopsi dalam mendidik. Jika 10 tahun lalu membentak dan memukul mungkin merupakan sesuatu yang wajar. Tapi, sekarang cara-cara itu tidak efektif dan guru bisa diproses hukum bila siswa tidak terima.