Guru Idaman

Ada beberapa tipe guru yang kita perlukan saat ini di dalam ruang kelas .

Membuat Video Mengajar Ala Sagusavi

Workshop berlangsung mulai tanggal 20 s.d. 25 Juli 2020 Kelas Sagusavi XIV 2020 dalam group Telegram dan SIM GP IGI.

Mendidik dengan Keteladanan dan Cinta

Mendidik anak tak hanya membesarkannya saja, tapi lebih dari itu semua, menjaga fithrahnya sebagai anak, menanamkan aqidah dan tauhid sejak dini.

Guru Abad 21

Abad 21 telah hadir di tengah kita, Hiruk-pikuk gempuran nilai, norma dan budaya non islami kian gencar menggempur generasi penerus Islam saat ini, apa yang kita tanamkan begitu mudah tergerus oleh pergeseran waktu dan pertukaran zaman.

Yudisium PPG PAI Daljab IAIN Purwokerto 2019

“IAIN Purwokerto menggelar kegiatan Yudisium, Pengambilan Sumpah, Pengukuhan Guru Profesional Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam Jabatan (Daljab) Tahun 2019

PENDIDIKAN AGAMA DI ERA DIGITAL

“Tantangan dan Peluang dalam Membentuk Karakter Generasi Muda di Era Digital semakin kompleks

Selasa, 19 Mei 2026

ERA AI DATANG: SAATNYA GENERASI KITA MENGUASAI DUNIA (LAGI)!

 


Kalian pernah enggak sih ngerasa ajaran agama itu kayaknya kuno? Udah enggak relevan lagi sama dunia kita yang serba digital, serba cepat ini? Nah, gimana kalau saya bilang Islam itu bukanlah peninggalan masa lalu. Justru sebaliknya, Islam itu adalah sebuah mesin waktu yang memang dirancang untuk membawa kita semua ke masa depan.

Dan ini ini bukan sekedar keyakinan atau omong kosong loh. Ini adalah fakta sejarah yang akan kita bedah bareng-bareng. Oke, biar kita ngerti cara kerja mesin waktu ini, kita harus lihat dulu cetak birunya. Jadi, ayo kita mundur sejenak ke belakang biar kita bisa melesat lebih jauh lagi ke depan. Dulu ada masanya peradaban Islam itu jadi pusatnya dunia.

Coba bayangin selama berabad-abad karya-karya ilmuwan muslim itu diterjemahin ke bahasa Latin dan jadi kurikulum yang ngebangunin Eropa dari zaman kegelapan mereka. Ilmu, teknologi, filsafat, semua itu datangnya dari kita. kita adalah jantung kemajuan dunia pada saat itu. Nah, coba lihat deh timeline ini.

Kelihatan banget kan polanya ada periode kemajuan yang gila-gilaan, terus diikuti masa perpecahan lalu kemunduran yang panjang banget. Tapi lihat titik terakhir itu. Sejak tahun 1800-an kita itu ada di era kebangkitan. Jadi di sinilah titik baliknya. Di saat Eropa lagi sibuk-sibuknya sama revolusi industri, nemuin mesin uap dan segala macam, dunia Islam justru malah melemah.

Satu persatu negeri kita jatuh ke tangan kolonialisme. Kita seakan-akan tertidur lelap pas dunia lain lagi lari kenceng-kencengnya. Tapi justru di saat-saat paling gelap itulah pahlawan lahir. Mereka enggak lahir buat pasrah sama keadaan, tapi buat menghancurkan status kuo dan ngebangunin kita semua dari tidur panjang.

Dan kisah kebangkitan kita itu dimulainya dari sini, bukan dari istana Mega atau Medan Perang, tapi dari sebuah pesantren yang sederhana di Semarang. Ada dua orang santri muda, dua sahabat yang belajar di bawah guru yang sama, Kiai Saleh Darat. Mera enggak sadar kalau takdir mereka itu jauh lebih besar dari yang bisa mereka bayangkan.

Dua raksasa ini, K. H. Ahmad Dahlan dan K. K. Hasyim Asyari memilih dua jalan yang kelihatannya beda tapi tujuannya sama. Kiai Dahlan fokus ke otak dengan menggabungkan ilmu agama dan ilmu modern. Sementara Kiai Hasyim fokus ke hati dan nyali dengan menyatukan semangat iman dan nasionalisme lewat resolusi jihad.

Terus apa sih senjata rahasia yang mereka pakai buat melawan ketertinggalan ini? Senjatanya bukan cuma iman yang buta, tapi sebuah cara berpikir yang super revolusioner. Nah, ini dia kuncinya. Ijtihad. Anggap aja ini mesin pembaharuannya Islam. Kemampuan buat mikir kritis, buat menafsirkan ulang ajaran suci supaya tetap relevan dan bisa jadi solusi buat tantangan zaman apapun.

Jadi, mereka ini enggak bikin Islam baru ya. Mereka cuma menyalahkan lagi mesin ijtihad yang sempat lama mati. Dan filosofi ini kelihatan banget dari cara Kiai Dahlan ngajar. Beliau bakal ngulang-ulang terus surah Almaun. Bukan sampai muridnya hafal, tapi sampai mereka benar-benar turun ke jalan nolongin orang miskin dan anak yatim.

Intinya jelas, ilmu tanpa aksi itu enggak ada gunanya. Jadi mereka itu enggak cuma ngomong doang, mereka beneran action. Mereka bangun ribuan sekolah modern. Mereka ajarin sains dan matematika sejajar sama ilmu agama. dan mereka kobarkan semangat jihad yang akhirnya menyatukan bangsa ini. Mereka membangun institusi yang benar-benar mengubah arah negara kita selamanya.

Oke, sekarang kita lompat ke hari ini. Kenapa? Karena cerita mereka itu belum selesai. Perjuangan mereka itu adalah warisan dan tongkat estafetnya sekarang ada di pundak kita semua. Medan perangnya emang udah beda. Kalau dulu musuh mereka itu penjajah fisik dan kebodohan, tantangan kalian hari ini lebih abstrak.

Distrupsi digital, banjir informasi hoa yang bikin pusing, sama krisis makna di tengah dunia yang serba ada tapi terasa hampa. Jadi, ijtihad versi kalian itu kayak gimana? Ya, bisa jadi dengan menguasai AI dan coding, bikin konten dakwah yang keren di TikTok atau YouTube, melawan hoa pakai literasi digital, atau bahkan bikin startup sosial buat nyelesaiin masalah di sekitar kalian.

Intinya adalah pakai alat terhebat generasi kalian untuk memecahkan masalah terberat di zaman kalian. Keyakinan kalian itu enggak dirancang buat jadi pajangan. Agama di era digital itu bukan lagi soal hafalan, tapi soal inovasi dan kolaborasi. Dunia modern itu enggak butuh robot penghafal. Dunia butuh inovator yang punya hati, yang punya akhlak.

Ini nih pertanyaan yang akan menentukan warisan generasi kalian. Para pendahulu kita udah meletakkan fondasi ini dengan keringat dan darah. Pertanyaannya sekarang simpel. Kalian mau bangun apa di atas pondasi itu? Mereka udah berlari sekuat tenaga. Sekarang tongkat estafet peradaban itu udah ada di tangan kalian. Dunia menunggu apa yang akan kalian lakukan.

Pertanyaannya, siap untuk berlari? .


Kamis, 14 Mei 2026

PENDIDIKAN AGAMA DI ERA DIGITAL

 


Tantangan dan Peluang dalam Membentuk Karakter Generasi Muda

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam dunia pendidikan. Kehadiran internet, media sosial, dan berbagai aplikasi pembelajaran memberikan kemudahan akses informasi yang sangat luas. Di satu sisi, kemajuan ini menjadi peluang besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Namun di sisi lain, era digital juga menghadirkan tantangan serius, terutama dalam pendidikan agama dan pembentukan karakter generasi muda.

Pendidikan agama memiliki peran penting dalam membentuk akhlak, moral, dan kepribadian peserta didik. Melalui pendidikan agama, siswa tidak hanya diajarkan tentang pengetahuan keagamaan, tetapi juga diarahkan untuk memiliki sikap jujur, disiplin, toleran, dan bertanggung jawab. Nilai-nilai tersebut sangat dibutuhkan di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat dan terbuka.

Di era digital saat ini, anak-anak dan remaja sangat dekat dengan gawai dan media sosial. Mereka dapat mengakses berbagai informasi hanya dalam hitungan detik. Sayangnya, tidak semua informasi yang tersedia memberikan dampak positif. Banyak konten yang mengandung kekerasan, ujaran kebencian, perilaku konsumtif, bahkan penyimpangan moral yang dapat memengaruhi pola pikir dan perilaku peserta didik. Jika tidak diimbangi dengan pendidikan agama yang kuat, generasi muda akan mudah terpengaruh oleh budaya negatif yang berkembang di dunia digital.

Oleh karena itu, pendidikan agama harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Guru agama tidak lagi cukup hanya mengandalkan metode ceramah di kelas, tetapi juga perlu memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran yang menarik dan relevan. Misalnya dengan menggunakan video pembelajaran, kuis interaktif, presentasi digital, atau platform pembelajaran daring. Dengan pendekatan yang kreatif, siswa akan lebih tertarik dan mudah memahami materi keagamaan.

Selain itu, pendidikan agama di era digital juga perlu menanamkan kemampuan literasi digital kepada peserta didik. Siswa harus diajarkan bagaimana menggunakan media sosial secara bijak, menyaring informasi yang benar, menjaga etika dalam berkomunikasi, serta memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang bermanfaat. Pendidikan agama dapat menjadi pondasi agar peserta didik memiliki kontrol diri dan kesadaran moral dalam menggunakan teknologi.

Peran orang tua juga sangat penting dalam mendukung pendidikan agama di era digital. Pengawasan terhadap penggunaan gadget, pembiasaan ibadah di rumah, dan pemberian teladan yang baik menjadi faktor utama dalam membentuk karakter anak. Kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat sangat diperlukan agar pendidikan agama dapat berjalan secara optimal.

Pada akhirnya, era digital tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman bagi pendidikan agama, melainkan sebagai peluang untuk memperluas dakwah dan pembelajaran nilai-nilai moral kepada generasi muda. Dengan pendidikan agama yang kuat, adaptif, dan relevan dengan perkembangan teknologi, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan mampu menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.

Minggu, 05 Juli 2020

JUAL TAS RAJUT


 
Ini adalah Tas Rajut; Hasil kerajinan tangan siswa Kelas VI SD Negeri Karangmaja Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes Prov. Jawa Tengah. Sejatinya barang ini merupakan hasil tugas Mapel Keterampilan yang diajarkan gurunya, namun karena orang tua / wali muridnyapun ingin mempelajarinya, akhirnya mereka ikut membantu menyelasianya. Barang ini bahan dasarnya didominasi dari mute. Karena bahan dasarnya cukup lumayan mahal, maka harganyapun cukup lumayan, namun bila Anda berminat silahkan pesan

Harga Rp. 275.000,- / pcs
Berminat SMS / WA ke nomor : 081802884410

Berikut ini adalah model-model dan warna tas rajut yang lainnya, harga tetap sama dengan yang contoh di atas










(EDISI SPESIAL) WORKSHOP ONLINE SAGUSABLOG DASAR (44)



Workshop SAGUSABLOG Dasar kali ini Spesial karena akan digabung dengan Workshop Membuat Media Pembelajaran berbasis Record Screen Menggunakan OBS, dan peserta akan mendapatkan 2 sertifikat sekaligus khusus bagi peserta yang berhasil mengintegrasikan video hasil record screen OBS kedalam blog Guru.



MATERI SAGUSABLOG DASAR: berisi bagaimana cara membuat Media Pembelajaran Berbasis Blog kelas Dasar dengan materi sebagai berikut:
  1. Membuat blog dengan blogger
  2. Mengganti dan mendesain template bawaan blogger
  3. Mendesain Header blog
  4. Mengelola dan Menghias Blog
  5. Membuat dan Mengelola Menu Blog
  6. Membuat dan mengelola soal online di google drive
Jumlah jam dalam sertifikat: 34 jam

PENTING!
  1. Pastikan Android anda sudah terpasang Aplikasi telegram karena kegiatan pembelajaran, diskusi menggunakan aplikasi telegram
  2. Jika anda menginginkan penggunaan aplikasi telegram tanpa harus install aplikasi di android, silahkan baca panduan mengaktifkan telegram di laptop/ PC anda
Video panduan cara mendaftar dan mengikuti kegiatan di SIM GP IGI





Sabtu, 04 Juli 2020

Yudisium PPG PAI Daljab IAIN Purwokerto Tahun 2019



IAIN Purwokerto menggelar kegiatan Yudisium, Pengambilan Sumpah, Pengukuhan Guru Profesional Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam Jabatan (Daljab) Tahun 2019, dan Seminar Pembekalan Guru Profesional, di Auditorium Utama IAIN Purwokerto, Selasa (31/12).

Kegiatan yang diselenggarakan sejak pukul 09.00-11.00 WIB tersebut merupakan acara puncak dari rangkaian pelaksanaan PPG yang dihelat oleh Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan (LPTK) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), IAIN Purwokerto.

Acara tersebut dihadiri oleh Rektor IAIN Purwokerto, Dr H Mohammad Roqib, MAg, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan, Dr Fauzi MAg, Dekan FTIK, Dr Suwito MAg, dan sejumlah pejabat terkait.

Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan ucapan selamat pada seluruh peserta yang dinyatakan lulus. Dia meminta peserta dapat mempertanggungjawabkan sumpah yang telah diikrarkan sebagai guru professional lulusan PPG tersebut.

Dalam kegiatan tersebut, pembacaan keputusan pengukuhan peserta PPG dilakukan oleh Wakil Dekan 1 FTIK, Dr Suparjo MA. Dalam putusannya, dinyatakan sejumlah 109 mahasiswa, lulus program PPG Daljab Tahun 2019.

Usai dibacakan keputusan, pengambilan sumpah dilaksanakan oleh Rektor IAIN Purwokerto Dr H M Roqib MAg. Kemudian dilanjutkan penandatanganan berita acara pengukuhan. Rangkaian acara berlanjut pada sesi penyerahan SK oleh Dekan FTIK, Dr Suwito MAg pada masing-masing peserta dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama.

Salah satu peserta yang menjadi perwakilan peserta PPG, Imam Masykur menyampaikan kesan dan pesannya selama menempuh program belajar selama kurang lebih 1 tahun lamanya bersama IAIN Purwokerto.

Dalam kesempatan tersebut, Masykur menyampaikan ucapan selamat pada seluruh peserta yang berhasil lulus, serta ucapan terima kasih pada panitia penyelenggara yang diketuai oleh Sony Susandra MAg.

“Tidak lupa, kami semua berterima kasih yang sebesar-besarnya pada para dosen yang sudah dengan baik dan sabar membimbing kami selama menempuh program PPG ini. Kami akan selalu ingat pesan Bapak dan Ibu, bahwa guru yang professional adalah guru yang selalu belajar,” tuturnya. (K17-37)

JASA PEMBUATAN PTK



Jasa Pembuatan PTK (Penelitian Tindakan Kelas) Untuk Guru SD/MI Dan Lain-Lain

JASA PEMBUATAN PTK KENAIKAN PANGKAT PNS/PERSIAPAN PLPG/UKG


Gak Punya waktu mengerjakan PTK (Penelitian Tindakan Kelas)??? di sinilah... Solusinya.. 
Ciuuussss... ambil Hp, segera hubungi CS kami, pertanyaan-pertanyaan anda seputar PTK akan terjawab dengan lengkap...haha..kaya buku aja lengkap.

Buruan...
MAU KONSULTASI PTK?
BUTUH PROPOSAL PTK?
BUTUH GAMBARAN JUDUL PTK??
BUTUH PTK LENGKAP, NO COPY-COPY, ASLI DAN ORISINIL
PTK TERBARU DAN BELUM PERNAH TERPUBLIKASIKAN
PTK NYA SEKALIAN DIJADIKAN JOURNAL JUGA BOLEH PAK/BU....

LANGSUNG SAJA HUBUNGI CS KAMI DI :



A. Kenapa memilih jasa pembuatan PTK (Penelitian tindakan kelas)  pada kami, sebab :
  1. Jual Koleksi PTK dan Jasa Pembuatan PTK Pendidikan .com adalah situs penelitian dan penyedia skripsi paling lengkap, sebelum membuka jasa penelitan jenis PTK (Penelitian Tindakan Kelas) Jual Koleksi PTK dan Jasa Pembuatan PTK Pendidikan telah dipercaya oleh ratusan klien untuk membuat berbagai jenis penelitan lain baik itu pendidikan dan non pendidikan.
  2. Jual Koleksi PTK dan Jasa Pembuatan PTK Pendidikan menyediakan ratusan bahkan ribuan referensi tentangpenelitian lain termasuk PTK (Penelitian Tindakan Kelas), sehingga tidak diragukan lagi bahwa Jual Koleksi PTK dan Jasa Pembuatan PTK Pendidikan adalah asli dan terpercaya
  3. Kualitas pengerjaan yang cepat, murah, dan professional, karena PTK (Penelitian Tindakan Kelas) yang dihasilkan memiliki referensi yang lengkap, buku, RPP dan Silabus.
  4. Proses pelayanan yang ramah dan bisa berkonsultasi, via online, maupun sms.
  5. Harga pembuatan yang murah yaitu mulai dari 500.000,- rupiah sampai selesai

B. Prosedur Pemesanan PTK (Penelitian Tindakan Kelas)
  1. Menghubungi Nomor contact kami dengan SMS
  2. Berkonsultasi tentang judul atau bagi anda yang belum memiliki judul bias melihat referensi yang kita sediakan, disana terdapat 200 lebih judul PTK yang bias dijadikan rujukan
  3. Deal harga pengerjaan
  4. Memberi DP sebesar 50% dari harga total
  5. Konfirmasi pembayaran jika sudah transfer
  6. Memberikan biodata sekolah yang akan dijadikan sebagai objek penelitian meliputi :

  7. a. Alamat email anda    :
    b. Nama sekolah            :       
    c. Alamat sekolah           :

  8. Kami akan memberikan estimasi lama waktu pengerjaan PTK biasanya berkisar (3-7 hari)
  9. Setelah pengerjaan selesai kami akan mengirim bab I, II, dan III, kemudian anda melunasi sisa pembayaran dan kami akan langsung mengirim sisa filenya
  10. Kami memberikan gratis revisi sebanyak 1 kali
Selain itu kami siap membantu anda kapan saja baik itu dari mulai judul atau melanjutkan skripsi dan PTK yang sudah anda susun tapi terbengkalai. 

C. Berikut ini kami sampaikan beberapa tips menyusun PTK (Penelitian Tindakan Kelas)

Perlu anda ketahui bahwa sebetulnya Penelitian tindakan kelas (PTK merupakan hasil dari perkembangan dari peneltian tindakan atau disebut (action research). Penelitian tindakan adalah penelitian yang bertujuan untuk memecahkan masalah langsung atau pemecahan proses reflektif masalah progresif yang dipimpin oleh individu dengan bantuan orang lain dalam tim atau sebagai bagian dari suatu "komunitas praktek" untuk memperbaiki cara mereka mengatasi masalah dan memecahkan masalah.

Sedangkan Penelitian tindakan kelas (PTK) sendiri merupakan penelitian yang dibuat dengan tujuan untuk memecahkan masalah dalam proses belajar mengajar di kelas yang dilakukan oleh pendidik atau calon pendidik secara langsung. PTK dibuat dengan tujuan untuk meningkatkan dan memperbaiki mutu proses belajar mengajar di kelas serta membantu memberdayakan guru dalam memecahkan masalah pembelajaran di sekolah. Dalam penyusunan PTK syarat yang harus dilakukan adalah:

  1. PTK (Penelitian Tindakan Kelas) focus dan tertuju pada hal yang berkaitan dengan proses pembelajaran dan hasilnya mampu meningkatkan kualitas pembelajaran.
  2. PTK menuntut adanya observasi dan pengamatan secara menyeluruh agar perencanaan sehingga solusi atau strategi yang akan dikerjakan lebih effektif
  3. Dilakukan sekurang-kurangnya dalam dua siklus tindakan yang berurutan.
  4. PTK dikerjakan berdasarkan jadwal yang ada, berdasarkan kurikulum yang sedang berjalan.
  5. Harus betul-betul disadari oleh pemberi maupun pelakunya, sehingga pihak-pihak yang bersangkutan dapat mengemukakan kembali apa yang dilakukan dibandingkan dengan rencana yang sudah dibuat sebelumnya.
  6. Harus benar-benar menunjukkan adanya tindakan yang dilakukan oleh sasaran tindakan, yaitu siswa yang sedang belajar. 
Dalam PTK, yang menjadi obyek penelitian adalah sesuatu yang aktif dan dapat dikenai aktivitas, bukan objek yang sedang diam dan tanpa gerak. Unsur-unsur yang dapat dijadikan sasaran/objek PTK tersebut adalah : (1) siswa, (2) guru, (3) materi pelajaran, (4) peralatan atau sarana pendidikan, meliputi peralatan, baik yang dimiliki oleh siswa secara perseorangan, peralatan yang disediakan oleh sekolah, ataupun peralatan yang disediakan dan digunakan di kelas dan di laboratorium, (5) hasil pembelajaran, (6) lingkungan, dan (7) pengelolaan, hal yang termasuk dalam kegiatan pengelolaan misalnya cara dan waktu mengelompokkan siswa ketika guru memberikan tugas, pengaturan jadwal, pengaturan tempat duduk siswa, penempatan papan tulis, penataan peralatan milik siswa, dan lain-lain. 

Penyusunan PTK harus mengacu pada prinsip-prinsip PTK. Hopkins mengemukakan ada enam prinsip yang harus diperhatikan dalam PTK, yaitu: 
  1. Metode PTK yang diterapkan seyogyanya tidak mengganggu komitmen sebagai pengajar; 
  2. Metode pengumpulan data yang digunakan tidak menuntut waktu yang berlebihan karena dilakukan sesuai dengan jadwal pelajaran; 
  3. Metodologi yang digunakan harus reliable; 
  4. Masalah program yang diusahakan adalah masalah yang merisaukankan, dan didasarkan pada tanggung jawab professional; 
  5. Dalam menyelenggarakan PTK, guru harus selalu bersikap konsisten dan memiliki kepedulian tinggi terhadap proses dan prosedur yang berkaitan dengan pekerjaannya; 
  6. PTK tidak dilakukan sebatas dalam konteks kelas atau mata pelajaran tertentu melainkan dengan perspektif misi sekolah secara keseluruhan.

Jumat, 03 Juli 2020

Workshop Online Sagusavi XIV Tahun 2020


MEMBUAT VIDEO MENGAJAR ALA SAGUSAVI
Struktur program Sagusavi dalam pelatihan ini yaitu:
  1. Merumuskan ide cerita;
  2. Merumuskan sinopsis cerita;
  3. Membuat Storyboard;
  4. Teknik Pengambilan gambar/shooting;
  5. Teknik Editing Audio dan Video.
Workshop Online Sagusavi: Satu Guru Satu Video Pembelajaran, Pendaftaran dimulai dengan di publikasikan informasi kegiatan ini sampai 19 Juli 2020. Workshop berlangsung mulai tanggal 20 s.d. 25 Juli 2020 Kelas Sagusavi XIV 2020 dalam group Telegram dan SIM GP IGI.
Yang berbeda dari Pelatihan Sagusavi kali ini adalah, selain membuat video mengajar, peserta juga akan mendapat bonus pelatihan membuat video pendek untuk persiapan Lomba Pembuatan Video bulan Agustus Mendatang yang diselenggarakan oleh SAGUSAVI bekerjasama dengan PIGIJO [www.pigijo.com]
KONTRIBUSI: ANGGOTA Rp.50.000,-, UMUM Rp.150.000,-
 
TRANSFER KE REKENING SAGUSAVI: 
BANK BNI NOMOR 0969219556 
DENGAN KODE 2 ANGKA PALING BELAKANG 14
 
 
Klik>>> DOWNLOAD SURAT UNDANGAN [On Progres]

Tugas yang harus dikirim meliputi: 
1) Satu (1) file berisi: SInopsis Cerita; Skenario Cerita; dan Storyboard; 
2) Tiga Foto saat proses pembuatan video dan
3) Link Video yang sudah diChannel YouTube pribadi dan di tautkan di  Playlist Karya PesertaSagusavi pada Channel YouTube Kanal Sagusavi